Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

February 20, 2011

Tayammum Ala' Rasulullah SAW


Tayammum..



Saat-Saat Bolehnya Bertayammum
  • Saat tidak mendapatkan air.Ketika dalam keadaan mukim (tidak berpergian) ataupun bepergian, seseorang boleh bertayammum dengan syarat ia tidak mendapatkan air dan khawatir kehabisan waktu shalat.
  • Ketika sakit dan sakitnya tersebut menghalangi dirinya untuk menggunakan air. (Namun, bila seseorang sakit, namun tidak berhalangan menggunakan air, maka dia tidak boleh tayammum).
  • Saat air yang dimilikinya terbatas dan jika digunakan untuk berwudhu akan membahayakan dirinya (karena bisa mati kehausan).
  • Saat terhalang dari mengambil air, misalnya karena ada musuh, pencuri, kebakaran dan semacamnya sehingga jika ia menggunakan air akan membahayakan diri, harta dan kehormatannya.
  • Saat mendapatkan air, namun air tersebut sangat dingin dan membahayakan dirinya dan ia tidak dapat memanaskan air tersebut.
  • Dalam keadaan junub dan air yang dimilikinya tidak cukup untuk berwudhu atau mandi.


Tata Cara Tayammum
  • Niat dalam hati (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Membaca Bismillah (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Imam Ahmad dan lainnya).
  • Tepukkan kedua tangan kalian ke tanah yang suci (atau semua jenis belahan bumi) sekali Syaikh al-Bani mengatakan bahwa pada riwayat Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shahih-nya disebutkan secara ringkas bahwa tayammum adalah satu tepukan debu untuk wajah dan kedua telapak tangan.
  • Tiuplah debu yang ada padanya atau dikibaskan agar debunya berjatuhan. Hal ini dilakukan jika ternyata banyak debu yang menempel di kedua tangan sebagaimana difatwakan oleh Syaikh Ibnu Baz rahimahullah.
  • Usapkan pada wajah sekali. Kemudian usapkan kedua telapak tangan yang satu dengan telapak tangan lain secara bergantian mulai dari ujung-ujung jari hingga pergelangan tangan. (Poin 3 – 6, HR. Bukhari dan Muslim)

Alhamdulillah.. Info Saya dapet dari Berbagai Sumber..

- http://muslimah.or.id
- http://ustadchandra.wordpress.com



February 8, 2011

Bahaya Bersumpah



1. Jangan bersumpah kecuali dengan nama Allah. Barangsiapa bersumpah dengan nama Allah, dia  harus jujur (benar). Barangsiapa disumpah dengan nama Allah ia harus rela (setuju). Kalau tidak rela (tidak setuju) niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah. (HR. Ibnu Majah dan Aththusi)
2.Barangsiapa merampas hak orang muslim (dari) hasil sumpahnya maka Allah mengharamkan baginya masuk surga dan mewajibkannya masuk neraka. Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah,
meskipun barang itu sedikit?" Nabi menjawab, "Meskipun hanya sebatang kayu araak (kayu yang
dipakai untuk siwak/gosok gigi)." (HR. Muslim)
3.Sumpah dengan maksud melariskan dagangan adalah penghapus barokah. (HR. Bukhari dan Muslim)
4.Barangsiapa bersumpah tidak dengan (menyebut) nama Allah maka dia telah berbuat syirik
(menyekutukan Allah). (HR. Ad-Dailami)
5.Ada tiga kelompok orang yang kelak pada hari kiamat Allah tidak akan berkata-kata, tidak akan
 melihat, tidak akan pula mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. Abu Dzarr berkata,
 "Rasulullah mengulang-ulangi ucapannya tiga kali dan aku bertanya, "Siapakah mereka itu, ya
 Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang pakaiannya menyentuh tanah karena
 kesombongannya, orang yang menyiarkan pemberiannya (mempublikasikan kebaikannya), dan
 orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu." (HR. Muslim)
6.Barangsiapa mengangkat sumpah terhadap suatu perkara kemudian dia mengetahui sesuatu yang
 lebih baik (benar) maka hendaklah dia menebus (kafarat) sumpahnya dan mengemukakan apa
 yang lebih baik (benar). (HR. Muslim)

Keterangan:
Kafarat (denda) sumpah sudah dijelaskan oleh Allah di dalam Al Qur'an sebagai berikut: "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kafarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)." (Surat 5. AL MAA-IDAH - Ayat 89)



7.Berhati-hatilah, jangan kamu banyak bersumpah dalam penjualan. Itu memang melariskan jualan
 tapi menghilangkan barokahnya (memusnahkan perdagangan). (HR. Muslim)

Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press



GIBAH SUMBER SEGALA KEBURUKAN



Rasulullah SAW bersabda “Muslim dengan Muslim lainnya bersaudara. Tidak boleh mengkhianati, mendustakan, dan menghina. Setiap Muslim dengan Muslim lainnya haram kehormatan, harta dan darahnya. Seseorang layak dikatakan jahat jika ia mencaci saudaranya sesama Muslim. “Merendahkan derajat kemanusiaan dengan cara menggunjingkannya termasuk perbuatan yang dicela dalam Islam. Inilah pemaknaan gibah yang sesungguhnya; menjatuhkan kemuliaan manusia dengaan menceritakan aibnya. Perbuatan gibah erat kaitannya dengaan interaksi sesama manusia, dan dosa pelakunya tidak akan diampuni selama belum mendapatkan pemaafan dari korbannya. “Hidup hanya sekejap, kenapa repot dengan urusan orang lain?“ kilah Ustad Budi Prayitno, penulis Spiritual Tipping Point.

”Gibah itu akar dari segala kejahatan,“ ujar Astie Ivo, artis. Gibah adalah membincangkan saudaramu dengan cara tertentu sehingga dia tidak akan senang bila mendengar hal itu. Apa pun yang kau bincangkan mengenai cacat fisik, asal usul silsilah, tingkah laku, akhlak, keyakinan atau bahkan pakaian, rumah atau kendaraannya, semua itu merupakaan gibah. Gibah dikategorikan sebagai dosa yang paling dibenci dan kotor. Karena alasan inilah gibah disebut sebagai dosa yang lebih buruk daripada perzinaan dan pencabulan.

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penberimatobat lagi Maha Penyayang.“ (Al -Hujurat (49) : 12).

Tukang gibah melakukan dua pelanggaran. Pertama, ia berdosa kepada Allah, dan sudah semestinya ia menunjukkan penyesalan dengan bertobat. Kedua, ia menzalimi hak saudara seimannya. Jika kabar mengenai pergunjingan sampai kepada pihak yang digunjingkan, sang penyebar gossip harus meminta maaf kepada yang bersangkutan, dan mengungkapkan penyesalaan telah mengatakan kabar tak sedap itu. (Buku Gibah oleh Shakil Ahmad Khan & Wasim Ahmad). Terkait ini, Ibnu Katsir menulis “Orang –orang menyatakan bahwa memohon maaf kepadanya bukanlah sebuah kondisi (pertobatan akan gibah), karena jika Anda mengatakan kepadanya tentang hal ini, mungkin lebih menyakitkan baginya daripada jika ia tak mengetahuinya.” Namun jika orang tidak khawatir timbulnya kemudaratan akibat permintaan maaf kepada orang yang dipergunjingkan, disarankaan untuk meminta maaf.

Ijma’para ulama telah menetapkan gibah sebagai perbuatan terlarang, dan termasuk dosa besar, karena bertentangan dengan perintah Allah. “Dan ucapkaanlah kata-kata yang baik kepada manusia“ (Al Baqarah (2) : 83). Walaupun para ulama berbeda pendapat dalam memutuskan hukuman terhadap penggunjing, tetapi mereka sepakat bahwa sebagai langkah awal si penggunjing harus bertobat. Mujahid berkata, “Pertobatan atas memakan bangkai saudaramu adalah engkau memuji dan mendoakan kebaikan atasnya. Demikian pula jika yang kau gunjingkan telah meninggal.“ Kita semua pernah berbuat dosa. Mengapa kita tidak saling memaafkan satu sama lain, sehingga kita meraih ampunan Allah atas segala dosa kita? Dari Anas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap Bani Adam mempunyai kesalahan dan yang paling baik dari mereka adalah yang bertaobat “ (HR.Turmuzi ).

Nabi SAW menjelaskan bahwa orang yang doyan menggibah, di akhirat akan bangkrut. Karena pahalanya digunakan untuk diberikan kepada orang digibahi. Bahkan kalau pahalanya ludes, maka dosa orang digibahi akan berpindah kepada si penggibah. Dikisahkan, bahwa satu hari ada seseorang menggibahi Al Hasan Al Basri. Bagaimana reaksi sang ulama besar kota Basrah ini? “Beliau mengirimi si penggibah itu sepiring buah palem dengan pesan, Aku mendengar bahwa kamu telah memberiku hasanah-mu sebagai sebuah hadiah, dan aku ingin mengembalikan kebaikan itu. Mohon maaf karena aku tidak mampu mengembalikannya secara utuh.“ Gibah pada kenyataannya adalah kebaikan dari pelakunya. Dari ‘Amrs bin Al ‘Ash bahwa ia melalui bangkai keledai, dan berkata kepada beberapa temannya, “Lebih baik jika seseorang makan daging ini sekenyangnya-kenyangnya daripada makan daging bangkai saudaranya sesama Muslim.”

Seorang lelaki menyebutkan esuatu yang buruk tentang seseorang kepada temannya. Temannya itu berkata, “Apa kamu pergi dan memerangi bangsa Romawi?” Ia menjawab, “Tidak!“ Temannya bertanya “Apakah kamu pergi dan memerangi bangsa Turki?” Ia menjawab, “Tidak.“ Lalu temannya itu berkata, “Bangsa Romawi selamat darimu, dan orang-orang Turki selamat darimu, tapi saudara-saudaramu umat Muslim tidak selamat darimu!” Jabir bin Abdullah RA berkata, “Kami bersama-sama Rasulullah, kemudian tercium bau busuk. Rasulullah SAW. bersabda, ‘Tahukah kamu bau apakah ini ? Ini bau busuk orang-orang yang menggunjingkan orang beriman.“ (Musnad Ahmad).

Jangankan menggibah, bahkan mendengar dan atau memperhatikan gossip saja, adalah sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan manusia dihadapan Allah. Adalah terlarang untuk duduk bersama orang yang bergosip dan bergunjing. Menolak mendengarkan gibah dan ucapan yang buruk adalah salah satu ciri orang beriman. Kehormataan orang beriman harus dibela dengan mengkritik perkataan tukang gossip atau dengan mengatakan hal-hal yang baik dan benar adanya tentang orang yang digunjingkan. Rasul SAW berpesan, “Barangsiapa melihat kejahatan, hendaknya dia mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu, lakukan dengan lidahnya; atau jika ia tidak melakukannya,hendaknya ia menetangnya dalam hati, dan itulah selemah-lemahnya iman.“ (HR.Muslim).

Menyendiri akan membantu kita untuk mengingat Allah sehingga terbaca hikmah kehadiran tanda-tanda-Nya. Juga akan menjauhkan kita dari gunjingan, karena bergunjing hanya akan menuntun kita pada dosa-dosa lainnya. Menyibukkan diri dalam usaha mencegah gibah adalah jihad, bahkan termasuk jihad terbesar. Jihad melawan musuh-musuh Allah mungkin hanya untuk waktu tertentu dalam kehidupan seseorang. Tetapi pertarungan mengendalikan ogo hanya akan berakhir ketika hidup orang tersebut berakhir. Usaha untuk membebaskan ego dari kemunafikan, prsasangka, dan bangga diri merupakan sebuah misi kehidupan yang panjang dan terus menerus.Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW,bersabda, “Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi orang yang dapat menahan dirinya ketika marah “(HR.Muslim). Juga Rasulullah SAW mengingatkan, “Tidak lurus keimanan seorang hamba hingga kalbunya lurus, dan tidaklah lulus kalbunya hingga lisannya lurus. Dan seseorang tidak akan masuk surga bila tetangganya tidak merasa aman dari berbagai kejahatannya “ (HR.Ahmad). Wallahualam.

Sumber : Kumpulan Hadits dan Artikel Islam



November 12, 2010

Do'a untuk Ketenangan



Doa Agar Dihilangkan Dari Kegelisahan, Kegundahan, Ketakutan Dan Dimudahkan Dari Kesulitan

Ada beberapa do’a yang dianjurkan Rasulullah SAW, para sahabat dan para ulama. Berikut ini do’a-do’a yang bisa kita amalkan sehari-hari, dengan penuh kekhusyuan, kontinyu, istiqomah, dan penuh keyakinan.

Tentunya dengan membersihkan hati kita, menghidari dari sifat dosa dan menjalankan semua perintah Allah.

Do’a ini bisa kita amalkan agar dihilangkan dari kegelisahan, kegundahan, ketakutan, kemalasan, kelemahan, kebakhilan, beban hutang, dimudahkan dari kesulitan, dan agar pikiran tenang.

1. “Allohumma inni a’udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wa dholaid daini, wa gholabatir rijali”.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan duka cita/kecemasan, dari rasa lemah dan kemalasan, dari kebakhilan dan sifat pengecut, dan beban hutang dan tekanan orang-orang (jahat)”.

2. “La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadh dholimin”.
“Tidak ada ilah selain Allah, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim”.

3. “Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alad dinika wa ‘ala tho’atika”.
“Wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agama-Mu dan atas ketaatan kepada-Mu”.

4. Membaca surah Al-Insyiroh (Alam Nasyroh), (Q.S. 94 : 1-8).
“Alam nasyroh laka shodrok”,
“Wa wadho’na ‘anka wizrok”,
“Alladzi anqodlo dhohrok”,
“Wa rofa’na laka dzikrok”,
“Fainna ma’al ‘usri yusro”,
“Inna ma’al ‘usri yusro”,
“Faidza faroghta fanshob”,
“Wa ila robbika farghob”.
“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?”,
“dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu”,
“yang memberatkan punggungmu”,
“dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu”,
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”,
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”,
“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”,
“dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”.

Mudah2 Allah SWT memberikan jalan, kemudahan, dan menghilangkan segala macam permasalahan hidup kita. Amien…


Panduan Ringkas Manasik Umrah



TATA CARA UMROH

1. Niat di dalam hati dan tidak dilafadzkan dengan lisan.
2. Mandi Junub/Mandi Besar.
3. Memakai minyak wangi di badan khusus bagi laki-laki bukan di baju Ihrom, sedangkan wanita tidak boleh memakai wangi-wangian.
4. Memakai baju Ihrom bagi laki-laki, bagi wanita cukup memakai baju yang menutup aurot.
5. Sholat sunnah dua rokaat khusus di Miqot Madinah.
6. Memulai Ihrom ibadah Umroh.

Bacaan untuk memulai Umroh.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
Labbaika allaahumma umrotan.

Artinya: “Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah dengan menunaikan Umroh”.

7. Memperbanyak bacaan Talbiyah dengan mengeraskan suara bagi laki-laki sampai melihat Ka’bah. ( Bagi Wanita membaca talbiyah secara perlahan-lahan)

Bacaan Talbiyah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ
Labbaika allaahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wanni’mata laka wal mulk, laa syariika lak.

Artinya: “Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya segala pujian, keni’matan dan kerajaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.

8. Membaca doa ketika pertama kali melihat Ka’bah.
Doa ketika pertama kali melihat Ka’bah:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ
Allaahumma antas salam, waminkas salam, fahayyinaa rabbanaa bissalaam.

Artinya: “Ya Allah Engkau Pemberi keselamatan dan hanya dari-Mu keselamatan, maka hidupkanlah kami dengan selamat.”

9. Membuka pundak bagian kanan bagi laki-laki selama Thowaf Umroh.

10. Thowaf tujuh putaran (berlawanan arah jarum jam atau Ka’bah selalu di sebelah kiri) dan dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad. Thowaf dilakukan dalam keadaan berwudlu (memiliki wudlu).

Bacaan memulai Thowaf dari Hajar Aswad.

اللهُ أَكْبَرُ
Allaahu akbar.

Artinya: “Allah Maha Besar.”
11. Lari-lari kecil pada tiga putaran pertama bagi laki-laki.
12. Takbir setiap kali melewati Hajar Aswad.
13. Mencium Hajar Aswad dan mengusap Rukun Yamani di setiap putaran.

Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wafil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adhaaban naar.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”

14. Selesai thawaf, berjalan menuju Maqom Ibrahim.
Doa menuju Maqom Ibrohim.

وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيْمَ مُصَلىًّ
Wattakhidhuu min maqoomi ibroohiima mushollaa

Artinya: “Dan jadikanlah sebagian Maqom Ibrahim sebagai tempat sholat.”

15. Sholat dua rokaat di belakang maqom Ibrohim setelah Thowaf.
16. Minum dan menyiram kepala dengan air Zam-Zam.
17. Kembali ke Hajar Aswad.
18. Menuju Shofa,
Doa ketika melihat Shofa.

(( إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ )) أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ
((Innas shofaa wal marwata min sya’aairillah)) abda’u bimaa bada’allaahu bihi.

Artinya: ((Sesungguhnya Shofa dan Marwah adalah sebagian dari syiar-syiar Allah)) Aku memulai sebagaimana Allah memulai.

19. Bertakbir, bertahmid dan bertahlil di atas Shofa menghadap kiblat tiga kali.


اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ، يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ . لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar, laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu, yuhyii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, anjaza wa’dahu wanashoro ‘abdahu wahazamal ahzaaba wahdahu.

Artinya: “Allah Maha besar, Allah Maha besar, Allah Maha besar, tiada tuhan yang hak melainkan Allah tiada sekutu bagi-Nya, kerajaan dan pujian hanya milik-Nya, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tiada tuhan yang hak melainkan Allah tiada sekutu bagi-Nya, Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan tentara sekutu sendiri-Nya.”

20. Sai antara Shofa Marwah tujuh kali dimulai di Shofa dan diakhiri di Marwah.
21. Lari diantara tanda hijau.


رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ
Robbigfir warham innaka antal a’azzul akrom.

Artinya: “Ya Tuhanku ampunilah dan rahmatilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Mulia.”

22. Bertakbir, bertahmid dan bertahlil di atas Marwah menghadap kiblat tiga kali. (Membaca do’a yang sama seperti di Shofa)
23. Tahalul dari Umroh dengan menggundul kepala bagi laki-laki, dan bagi wanita cukup memotong rambut seukuran ruas jari.
24. Selesai ibadah Umroh.


LARANGAN KETIKA IHRAM

1. Syirik dan segala jenis dan bentuk kemaksiyatan.
2. Memakai pakian berjahit, sepatu, penutup kepala bagi laki-laki.
3. Memakai minyak wangi.
4. Memotong kuku dan rambut.
5. Debat kusir.
6. Jima’ dan muqoddimahnya
7. Menikah dan melamar.
8. Berburu dan membantu orang berburu.


October 23, 2010

Agar Hati Bersih dan Bercahaya





Untuk memperoleh ilmu yang sinar cahaya mampu menerangi hati dan meluas dalam dada seseorang harus mampu membersihkan dan membeningkan hatinya terlebih dahulu. Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari ketamakan terhadap urusan duniawi dan tidak pernah digunakan untuk menzalimi sesama dan untuk itu bebaskanlah ia dari semua ini.